Cek Kesehatan Gratis di Sekolah, 2.694 Siswa SD di Palembang Gigi Belubang

Info Beregam – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dilaksanakan di 16 sekolah dasar kawasan Lemabang dan sekitarnya, Palembang, memunculkan fakta memprihatinkan mengenai kondisi kesehatan anak-anak. Dari total 3.062 siswa yang menjalani pemeriksaan sepanjang Agustus 2025, sebanyak 2.694 anak atau sekitar 88 persen terdeteksi mengalami karies gigi atau gigi berlubang.

Kegiatan ini merupakan inisiatif Puskesmas Sabokingking dengan tujuan meningkatkan kesadaran kesehatan sejak usia sekolah dasar. Dari total 3.962 siswa yang ditargetkan, sekitar 900 anak memilih untuk tidak ikut serta dalam pemeriksaan karena berbagai alasan.

Menurut penjelasan dr. Shafira Sepriana selaku Penanggung Jawab Program CKG Puskesmas Sabokingking, hasil pemeriksaan menegaskan bahwa karies gigi masih menjadi masalah kesehatan dominan pada anak sekolah. “Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa karies gigi menjadi masalah kesehatan paling umum, dengan angka temuan mencapai 88 persen,” jelasnya pada Senin (22/9/2025).

Tidak Hanya Pemeriksaan Gigi

Program ini tidak berhenti pada pemeriksaan kesehatan gigi saja. Tercatat ada 11 jenis pemeriksaan tambahan, mulai dari kesehatan mata, pendengaran, hingga kondisi lingkungan yang memengaruhi anak. Salah satu temuan yang cukup mengkhawatirkan adalah 52 persen siswa terpapar asap rokok pasif, mayoritas akibat kebiasaan orang tua merokok di dalam rumah.

“Kami mengimbau orang tua agar tidak merokok di dekat anak-anak, apalagi di dalam rumah. Asap rokok bisa berdampak buruk terhadap tumbuh kembang dan sistem pernapasan mereka,” tegas dr. Shafira.

Selain paparan asap rokok, pemeriksaan juga menemukan 45 persen siswa mengalami penumpukan kotoran telinga, sedangkan 21,9 persen lainnya memiliki gangguan penglihatan yang memerlukan tindak lanjut medis.

Keamanan Data Siswa

Menyinggung soal pendataan, pihak Puskesmas Sabokingking menegaskan bahwa seluruh data siswa, termasuk Nomor Induk Kependudukan (NIK), hanya digunakan untuk pengisian aplikasi Indonesia Sehat. Data tersebut tidak akan disalahgunakan.

“Data siswa kami jaga dengan ketat. Ini semata-mata untuk keperluan peningkatan layanan kesehatan anak ke depan,” tambah dr. Shafira.

Ke depan, dr. Shafira berharap lebih banyak orang tua dapat memberikan dukungan penuh terhadap program kesehatan seperti ini. Menurutnya, edukasi kesehatan sejak dini adalah bentuk investasi penting untuk mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan tangguh menghadapi masa depan.

Sumber : rri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *